https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/issue/feed Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika 2021-10-11T06:37:39+07:00 Dr. Iwan Setyawan iwan.setyawan@ieee.org Open Journal Systems <h3 style="text-align: left;">Welcome to the official site of&nbsp;Techné: Jurnal Ilmiah Elektroteknika</h3> <p style="text-align: justify;">Techné: Jurnal Ilmiah Elektroteknika (p-ISSN: 1412-8292, e-ISSN: 2615-7772) is a scientific journal published by the Faculty of Electronics and Computer Engineering, Satya Wacana Christian University and has been nationally-accredited Sinta 4. Topics covered by Techné encompasses research areas in electrical, electronics and computer engineering. Techné was first published online in 2010. The journal is published twice a year, in April and October. This journal adopts the Open Access policy and all published articles are freely accessible to all visitors. To submit your manuscript, please download <a title="Template" href="http://www.jurnaltechne.org/archives/templates/Panduan_Penulisan_Techne_Jurnal Ilmiah Elektroteknika.doc"><strong>Template of Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika.</strong></a></p> <p style="text-align: justify;"><a title="Sertifikat Techne" href="https://drive.google.com/file/d/1DkkBvdtDNQ3P_hUvwWUzOnRzHKZ0tLOY/view?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener"><strong><img src="/public/site/images/ojsadmin/SERT_TECHNE_horizontal.jpg" width="286" height="203"></strong></a></p> https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/270 Performance Analysis of Bipolar Optical Code Division Multiple Access with Dual Electro-Optical Modulator Scheme for Free-Space Optical Communication 2021-10-02T14:44:22+07:00 Eddy Wijanto eddy.wiyanto@ukrida.ac.id <p class="TechneAbstractBody"><span lang="EN-US">In this study, the performance of bipolar optical code division multiple access (OCDMA) with dual electro-optical modulator (EOM) scheme for multi-user scenario was tested and analyzed with OptiSystem version 10. The performance measurement was implemented for free-space optical (FSO) communication and includes the common noises in optical communication. Two different channels were used in the measurement, i.e., additive white Gaussian noise (AWGN) and fading channel. Two extreme weather conditions, strong rain and storm, were considered in the simulation. The performance between three spectral amplitude coding (SAC) codes, i.e., Modified M-Sequence code, Walsh-Hadamard code, and random diagonal (RD) code were measured and compared. The simulation results indicate that Modified M-Sequence code had the highest BER while RD code achieved the lowest BER in the short-range and Walsh-Hadamard code got the lowest BER for the medium-range of FSO, both for AWGN only and AWGN with fading channel. In strong turbulence condition, the performance of all codes become comparable after 500 m of FSO range. Modified M-Sequence suffered the lowest performance degradation while RD code endured the highest performance deterioration in all-weather condition. The results show that Modified M-Sequence can be applied for medium to long-range FSO. </span></p> 2021-10-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Eddy Wijanto https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/272 Rancang Bangun Sistem Pemantau Keamanan Rumah Dari Tindak Pencurian Berbasis Android Secara Waktu Nyata 2021-10-02T14:44:22+07:00 Iznih Iznih iznih062001904019@std.trisakti.ac.id Kiki Prawiroredjo kiki.prawiroredjo@trisakti.ac.id <p>Dalam keadaan ekonomi yang sulit di masa pandemi COVID-19 ini, tindak kejahatan menjadi meningkat. Salah satunya yaitu tindak pencurian pada rumah yang ditinggal bekerja oleh penghuninya. Cara yang biasa digunakan untuk mengatasi permasalahan ini yaitu dengan mempekerjakan petugas keamanan atau memasang kamera CCTV. Pada penelitian ini diajukan sebuah sistem pemantauan rumah yang dapat mendeteksi seorang penyusup yang bergerak di depan dan di samping rumah, serta penyusup yang hendak membuka pintu depan dan pintu samping rumah. Sistem dapat memberitahu penghuni rumah dan petugas keamanan jika mendeteksi adanya penyusup melalui aplikasi Android pada smartphone. Sensor Passive Infrared (PIR)&nbsp; dipasang pada area dekat pintu depan dan samping rumah untuk mendeteksi pergerakan orang. Pada pintu depan dan samping dipasang sensor magnetic door switch untuk mendeteksi pembobolan pintu. Data-data sensor diproses oleh WeMos D1 Mini yang terkoneksi WiFi. Ketika status waspada dan bahaya terdeteksi, buzzer di depan rumah akan menyala dan WeMos langsung mengirimkan notifikasi berupa status kondisi rumah ke Android pemilik rumah dan petugas keamanan kompleks perumahan setempat. Berdasarkan hasil pengujian, sistem ini dapat mendeteksi pergerakan manusia di area depan dan samping rumah dengan jarak maksimum 5 meter dari sensor. Berdasarkan hasil pendeteksian magnetic door switch, sistem dapat mengirimkan notifikasi berupa status waspada dan bahaya ke Android pemilik rumah dan petugas keamanan kompleks perumahan setempat dengan waktu pengiriman dari 1 sampai 5 detik. Notifikasi tersebut dapat diterima Android dalam keadaan lock screen maupun dalam keadaan sedang membuka aplikasi lain.</p> 2021-10-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Iznih Iznih, Kiki Prawiroredjo https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/264 Efisiensi Daya Perangkat Wireless Sensor Network Pada Penerangan Jalan Umum (PJU) Berbasis Algoritma Leach 2021-10-02T14:44:21+07:00 Aad Hariyadi aad.hariyadi@polinema.ac.id Mochamad Taufik mochamad.taufik@polinema.ac.id Hudiono Hudiono hudiono@polinema.ac.id Nurul Hidayati nurulhid8@polinema.ac.id Amalia Eka Rakhmania amaliaeka.rakhmania@polinema.ac.id Ridho Hendra Yoga Perdana ridho.hendra@polinema.ac.id <p>Penggunaan energi saat ini sedang menjadi sorotan pemerintah Indonesia. Salah satu kendalanya adalah penggunaan Penerangan Jalan Umum (PJU). Dengan membuat setiap penerangan jalan umum dapat berkomunikasi, pemerintah dapat memantau setiap penggunaan daya pada penerangan dengan menggunakan algoritma Leach, yang berfokus pada efisiensi daya dalam jaringan untuk menghemat penggunaan daya. Dalam algoritma Leach yang diusulkan, <em>node</em> akan mengirim data ke <em>server</em> melalui kepala <em>cluster</em> yang dipilih. Kemudian kepala <em>cluster</em> akan meneruskan data tersebut ke <em>node</em> <em>master</em> yang secara otomatis terhubung ke <em>server</em>. Dengan mengambil pendekatan seperti itu, penggunaan daya di setiap <em>node</em> akan efisien. Performa yang diperoleh dapat mencapai efisiensi 42% pada proses pengujian dibandingkan tanpa menggunakan algoritma Leach.</p> 2021-10-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Aad Hariyadi, Mochamad Taufik, Hudiono Hudiono, Nurul Hidayati, Amalia Eka Rakhmania, Ridho Hendra Yoga Perdana https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/273 Studi Perencanaan dan Monitoring System Pembangkit Listrik Tenaga Surya di Remote Area 2021-10-11T06:37:39+07:00 Sofia Ariyani sofiaariyani@unmuhjember.ac.id Darma Arif Wicaksono darmaarifwicaksono@gmail.com Fitriana Fitriana fitriana@unmuhjember.ac.id Rachmad Taufik rachmadtaufik20@gmail.com Germenio Germenio germenio05@gmail.com <p>Instalasi pembangkit listrik dengan memanfaatkan sumber energi terbarukan merupakan solusi untuk pemenuhan kebutuhan energi listrik terutama pada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) atau <em>remote area</em>. Pemenuhan kebutuhan listrik pada daerah 3T atau <em>remote area</em> dapat dilakukan dengan menggali potensi energi terbarukan dan memanfaatkannya dalam sebuah sistem pembangkit listrik. Potensi sinar atau cahaya matahari di sebagian besar wilayah Indonesia, terutama Indonesia timur yang kebutuhan listrik belum secara merata tersedia. Selain itu faktor lain bahwa Indonesia adalah negara tropis mendukung pemanfaatan energi matahari menjadi energi listrik. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) merupakan salah satu solusi yang dapat digunakan pada sebagian besar wilayah Indonesia. Pada penelitian ini dibahas tentang perencaan PLTS pada daerah 3T secara <em>off-grid</em> termasuk juga perbandingan terhadap tarif dasar listrik (TDL) PLN 450 VA. Selain itu dilengkapi dengan divais <em>monitoring</em> performa PLTS pada <em>remote area</em> berupa data tegangan, arus, dan daya sehingga akan membantu operator dalam melakukan <em>maintenance.</em> Proses monitoring dilakukan dengan menggunakan modul IoT ESP8266 dengan kombinasi Arduino Mega 2560. Objek ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah PLTS dengan sistem <em>off-grid</em> skala laboratorium sebagai proyeksi kelistrikan <em>remote area </em>yang tidak terhubung dengan listrik jala-jala PLN.</p> 2021-10-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Sofia Ariani, Darma Arif Wicaksono, Fitriana Fitriana, Rachmad Taufik, Germenio Germenio https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/269 Home Automation Berbasis Gesture Control Menggunakan Motion Processing Unit 2021-10-02T14:44:19+07:00 Hartono Hartono hartonoesc@gmail.com Kiki Prawiroredjo kiki.prawiroredjo@trisakti.ac.id <p>Home automation dengan pengenalan isyarat gerakan tangan dapat memberi kemudahan kepada pemilik rumah untuk mengontrol peralatan elektronik rumahnya terutama kepada para penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan untuk berjalan. Pada penelitian sebelumnya, perangkat pembaca isyarat berupa sarung tangan yang dilengkapi sensor akselerometer dan giroskop. Perangkat tersebut kurang fleksibel saat digunakan untuk melakukan aktivitas lain secara bersamaan sehingga dibutuhkan perangkat yang lebih wearable. Penelitian ini mengembangkan home automation system dengan pengenalan isyarat gerakan tangan menggunakan Motion Processing Unit (MPU). Perangkat dibuat dalam bentuk jam tangan digital sehingga lebih praktis saat digunakan. Sensor MPU akan mendeteksi isyarat gerakan tangan dimana setiap isyarat gerakan diproses oleh Arduino Nano dan didefinisikan sebagai suatu perintah yang akan dikirim ke perangkat penerima melalui modul radio frekuensi. Setelah diuji perangkat yang dibuat dapat mengontrol peralatan elektronik rumah dengan isyarat gerakan tangan sesuai spesifikasi yang diinginkan dengan nilai error sebesar 2,5%. Sedangkan jarak maksimum perangkat pemancar yang masih dapat direspon oleh penerima adalah 10 m tanpa penghalang.</p> 2021-10-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Hartono Hartono, Kiki Prawiroredjo https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/277 Perancangan Pengatur Nada Rendah dan Nada Tinggi Berbasis Komponen Pasif 2021-10-02T14:44:19+07:00 Budihardja Murtianta budihardja@yahoo.com <p>Pada penelitian ini dirancang pengatur nada rendah dan nada tinggi berdasarkan teori-teori dan perhitungan-perhitungan elektronika. Untai pengatur nada rendah dan nada tinggi ini hanya menggunakan komponen elektronika pasif yaitu komponen yang tidak memerlukan catu daya dan tidak mempunyai penguatan daya. Pengatur nada rendah dapat mengatur penguatan dan pelemahan frekuensi rendah. Pengatur nada tinggi dapat mengatur penguatan dan pelemahan frekuensi tinggi. Pemisahan antara nada rendah dan nada tinggi pada titik frekuensi pusat 1 kHz. Penguatan dan pelemahan pengatur nada rendah dan nada tinggi masing-masing adalah ±20 dB. Untai ini menggunakan prinsip tapis pelewat frekuensi rendah dan tapis pelewat frekuensi tinggi orde 1. Hasil perancangan diukur dengan menggunakan Circuit Maker. Hasil simulasi menunjukkan pemisahan antara pengatur nada rendah dan nada tinggi menyimpang 2,7% dari 1 kHz dan pengaturan nada rendah +18,9 dB hingga -16 dB serta pengaturan nada tinggi +17,4 dB hingga -12,7 dB.</p> 2021-10-02T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2021 Budihardja Murtianta