https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/issue/feed Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika 2022-04-11T00:00:00+07:00 Dr. Iwan Setyawan iwan.setyawan@ieee.org Open Journal Systems <h3 style="text-align: left;">Welcome to the official site of Techné: Jurnal Ilmiah Elektroteknika</h3> <p style="text-align: justify;">Techné: Jurnal Ilmiah Elektroteknika (p-ISSN: 1412-8292, e-ISSN: 2615-7772) is a scientific journal published by the Faculty of Electronics and Computer Engineering, Satya Wacana Christian University and has been nationally-accredited <a href="https://sinta3.kemdikbud.go.id/journals/profile/3910" target="_blank" rel="noopener">Sinta 3</a> (SK no. 158/E/KPT/2021). Topics covered by Techné encompasses research areas in electrical, electronics and computer engineering. Techné was first published online in 2010. The journal is published twice a year, in April and October. This journal adopts the Open Access policy and all published articles are freely accessible to all visitors. To submit your manuscript, please download <a title="Template" href="https://jurnaltechne.org/archives/templates/Panduan_Penulisan_Techne_Jurnal Ilmiah Elektroteknika.doc"><strong>Template of Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika.</strong></a></p> <p style="text-align: justify;"> </p> https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/281 Analisis Kinerja Transformator Distribusi 50 kVA di Lembang Bori’ Ranteletok 2021-10-08T06:42:35+07:00 Yasman Sanda yasmansanda017@gmail.com Yusri Ambabunga ambabungayusri@gmail.com Ishak Pawarangan ishakpawarangan@ukitoraja.ac.id <p>Energi listrik merupakan energi yang sangat dibutuhkan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Pertambahan beban harus seiring dengan ketersediaan sumber energi listrik. Dalam sistem tenaga listrik transformator distribusi memilki peran penting dalam menurunkan tegangan menengah 20 kV menjadi 220/380 V. Keandalan sistem tenaga listrik harus memiliki persentase pembebanan tidak lebih dari 80%, persentase <em>drop </em>tegangan tidak lebih dari 10% dan ketidakseimbangan beban tidak lebih dari 20%. Telah terjadi penggantian transformator distribusi 50 kV di Lembang Bori’ Ranteletok dari 1 fasa menjadi 3 fasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformator terpasang memiliki pembebanan minggu pertama 45,97%, minggu kedua 46,99%, minggu ketiga 52,55% dan minggu keempat 46,37%. Sesuai syarat kehandalan sistem tenaga listrik beban penuh atau pembebanan transformator tidak melebihi 80%. Persentase <em>drop </em>tegangan didapatkan sesuai dengan syarat kehandalan sistem tenaga listrik yang tidak melebihi 10%. Persentase faktor ketidakseimbangan beban minggu pertama 11,76 %, minggu kedua 31,47 %, minggu ketiga 14,94 % dan minggu keempat 23,53 %. Minggu pertama dan ketiga sesuai syarat kehandalan sistem tenaga listrik, untuk minggu kedua dan keempat tidak sesuai syarat kehandalan sistem tenaga listrik karena persentase ketidakseimbangan beban lebih dari 20%.</p> 2022-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Yasman Sanda, Yusri Ambabunga, Ishak Pawarangan https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/287 Sistem Kendali Level Ketinggian Air Berbasis Fuzzy Control Menggunakan Simulink 2021-12-09T05:38:13+07:00 Fani Kurniawan 17107006@ittelkom-pwt.ac.id Yulian Zetta Maulana yulian@ittelkom-pwt.ac.id Risa Farrid Christianti risa@ittelkom-pwt.ac.id <p>Today's technology shows very significant developments in automation systems. Filling water in a tank is a process that is widely used in the oil industry. The process of filling and draining water in a closed water tank will raise difficulty for the operator to control the water level in the tank. Therefore, we will create a system to control the water level using a fuzzy controller. To get the value of fuzzification from the difference in the value of the set point and defuzzification connected to the motor pump. Fuzzy design system was obtained by making methods, fuzzification, defuzzification, and rules. The use of ultrasonic sensors during the experiment caused a spike in value because the ultrasonic sensor had not detected water but had no significant effect on the response to altitude levels. When the valve is opened, the controller has an effect on the resulting response. The more the valve is opened, the worse the response will be but the system remains stable. The fuzzy output will be connected to the PLC which will be connected to the Kepserver and tank to regulate the flow rate to the tank. Matlab is connected with PLC devices using Kepserver. The best performance is found in the 2× reduction valve opening response test with a fuzzification range of 8000-24000 while the performance value of time rise is 66.458 s, settling time is 110 s, steady state error is -2%, and overshoot is 9%.</p> 2022-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Fani Kurniawan, Yulian Zetta Maulana, Risa Farrid Christianti https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/305 Rancang Bangun Sistem Keamanan Sepeda Motor Menggunakan Fingerprint dan GPS Tracker Berbasis IoT 2022-02-18T20:46:06+07:00 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak imelda.simanjuntak@mercubuana.ac.id Lilik Bagus Puja Asmara lilikbaguspujaasmara@gmail.com <p>Sepeda motor merupakan alat transportasi penting di bidang kontruksi. Pengawas kontruksi lebih cepat menuju lapangan kerja yang jaraknya jauh dari kantor pusat atau tidak dapat diakses menggunakan kendaraan roda empat. Saat pengawas kontruksi meninjau pekerjaan di lapangan, sepeda motor diparkir di tempat terbuka dan jauh dari pandangan pengawas sehingga diperlukan sistem keamanan guna melindungi sepeda motor dari tindakan pencurian. Sistem ini terdiri dari perangkat keras seperti sensor <em>fingerprint</em>, GPS U-Blox Neo-6M, NodeMCU sebagai pengendali utama, <em>buzzer</em> sebagai <em>alarm</em>, dan dilengkapi dengan tombol <em>bypass</em> sebagai kunci rahasia, sedangkan perangkat lunaknya yaitu <em>Blynk</em> untuk menampilkan peta melalui <em>Android</em>. Berdasarkan pengujian didapatkan <em>response time</em> sistem untuk mengenali sidik jari, yaitu 0,83 detik, <em>delay time</em> relay dengan metode <em>fingerprint</em> dan metode tombol <em>bypass</em> masing-masing sebesar 1,07 detik dan 0,97 detik. <em>Delay time</em> sangat dipengaruhi oleh kecepatan internet dan kecepatan proses dari nodeMCU. <em>Delay time</em> pada <em>buzzer</em> bila terdapat percobaan menyalakan kendaran yang tidak dikenali sistem, yaitu 0,56 detik. Sedangkan rata-rata akurasi antara modul GPS dengan GPS ponsel adalah 3,85 meter.</p> 2022-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Imelda Uli Vistalina Simanjuntak, Lilik Bagus Puja Asmara https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/306 A Prototype of an IoT-based Production Performance and Quality Monitoring System Using NodeMCU ESP8266 2022-03-05T07:06:22+07:00 Erwin Sitompul sitompul@president.ac.id Trias Wulandari triaswulan@gmail.com Mia Galina miagalina@president.ac.id <p class="TechneAbstractBody"><span lang="EN-US">A production process requires performance and quality monitoring to maintain the product quantity and quality to a prescribed standard. With the product quality classified into three categories (OK, Repair, and Scrap), the quantity count in a finishing process of a car door rubber seal production at PT. XYZ is still done manually. This count is conducted by an operator during the work and is prone to inaccuracies. Furthermore, the count result must be manually processed by an administrator at the end of a work shift. This slow recapitulation process makes optimal production performance and quality monitoring (PPQM) not possible. In this paper, a prototype of an IoT-based system for PPQM is proposed as the solution. The prototype provides three pushbuttons for the operator to directly record the quality of each product, while the quantity is automatically added up. NodeMCU microcontroller sends the production data to Blynk IoT-platform via internet connection. The quasi-real-time data can later be monitored through Blynk mobile application. The application also displays a performance-and-quality rate (PQ rate) as a monitoring indicator. One infrared sensor is utilized to detect the work objects. The operator consistency to enter the data is maintained by the use of a clamp mechanism. Test results show that the infrared sensor works very well within the detection range of 8 mm. The pushbuttons must be pressed for at least 0.98 second, so the input can be correctly relayed by NodeMCU to the server. An MS Excel macro is developed so that the production data can be processed automatically and quickly. The simulation results show that the proposed system can successfully simplify and increases the accuracy of the production data record. Besides, it makes a quasi-real-time PPQM possible.</span></p> 2022-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Erwin Sitompul, Trias Wulandari, Mia Galina https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/307 Perancangan dan Realisasi Antena Mikrostrip Persegi Panjang MIMO pada Frekuensi 15 GHz 2022-03-10T08:58:50+07:00 Adiono Dwi Satya 612015032@student.uksw.edu Eva Yovita Dwi Utami eva.utami@uksw.edu Andreas Ardian Febrianto andreas.febrianto@uksw.edu <p>Pada komunikasi nirkabel generasi kelima, penggunaan spektrum frekuensi baru yang lebih tinggi dan pemanfaatan teknik MIMO menjadi teknologi kunci untuk memenuhi kebutuhan <em>bandwidth</em> dan <em>data rate</em> yang tinggi. Salah satu kandidat frekuensi untuk 5G adalah 15 GHz. Pada makalah ini dirancang antena mikrostrip berbentuk persegi panjang <em>array</em> dua elemen pada struktur MIMO empat <em>port</em> dengan frekuensi kerja 15 GHz. Antena disimulasikan dan direalisasikan menggunakan bahan substrat <em>Duroid</em> yang memiliki nilai permitivitas relatif sebesar 2,2 dan ketebalan 1,57 mm, sedangkan <em>patch</em> peradiasi dan <em>ground plane</em> menggunakan bahan tembaga. Rancangan antena pada <em>software</em> simulasi memberikan hasil terbaik untuk koefisien refleksi sebesar -25,639 dB, VSWR bernilai 1,11, <em>mutual coupling </em>mencapai -30,955 dB, <em>gain</em> sebesar 8,59 dB pada frekuensi 15 GHz, dan <em>bandwidth</em> sebesar 1,3 GHz. Hasil pengukuran antena yang telah difabrikasi menunjukkan nilai koefisien refleksi sebesar -36,592 dB, VSWR bernilai 1,03, <em>mutual coupling </em>sebesar -28,137 dB, dan <em>gain</em> sebesar 13,18 dB pada frekuensi 15 GHz. <em>Bandwidth</em> terukur mencapai 2,69 GHz.</p> 2022-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Adiono Dwi Satya, Eva Yovita Dwi Utami, Andreas Ardian Febrianto https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/308 Perencanaan Penggunaan Wireless kWh Meter Untuk Monitoring Pemakaian Daya Listrik dan Instalasi Kabel Listrik di Rumah Sakit 2022-03-05T07:36:34+07:00 Mardiansyah mardi.unpam@gmail.com <p>Listrik menjadi salah satu energi vital dalam sistem pelayanan di rumah sakit. Pemadaman listrik secara tiba-tiba di rumah sakit akan mengakibatkan kerugian dari segi finansial, pelayanan, bahkan keselamatan. Pemadaman listrik di rumah sakit akan menimbulkan kerugian pendapatan dan psikologi pasien akibat tindakan operasi yang dibatalkan dan pemindahan pasien. Kualitas dan keandalan daya yang kurang baik akan menyebabkan penurunan pelayanan dan pengeluaran anggaran biaya listrik yang berlebihan pada. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat perencanaan power monitoring dengan menggunakan teknologi <em>wireless</em> kWh meter, untuk dapat menentukan <em>wireless</em> kWh meter yang paling baik secara kualitas dan ekonomis serta dapat menentukan kabel distribusi listrik yang tepat pada instalasi listrik rumah sakit. Berdasarkan hasil penelitian, <em>wireless</em> kWh meter dapat diterapkan pada beberapa alat dengan tegangan rendah, untuk tegangan menengah dan tinggi perlu melakukan survey produk lebih lanjut. <em>Wireless</em> kWh meter yang dapat diterapkan pada penelitian ini untuk satu fasa SonOff Pow R2 dan untuk tiga fasa TOMZN DTS238-7. Kabel distribusi listrik yang dapat diterapkan pada instalasi rumah sakit adalah kabel NYM dengan ukurannya disesuaikan dengan besar arus yang ada pada peralatan.</p> 2022-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Mardiansyah https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/309 Sistem Pengatur Lebar Celah Roller pada Mesin Pemipih Adonan Mie 2022-02-24T17:41:26+07:00 Andreas Kurnia andreas.2017te014@civitas.ukrida.ac.id Budi Harsono budi.harsono@ukrida.ac.id <p>Mie merupakan makanan favorit orang Indonesia karena pengolahannya yang mudah dan dapat menggantikan nasi. Proses produksi mie oleh pedagang tradisional umumnya masih menggunakan mesin pembuat mie manual dengan tenaga manusia sebagai penggeraknya. Untuk menghemat tenaga dan meningkatkan efisiensi waktu dalam pembuatan mie, telah banyak dikembangkan mesin pembuat mie dengan penggerak motor. Pada mesin pembuat mie dengan penggerak motor ini, pengaturan lebar celah <em>roller</em> pemipih adonan mie masih dilakukan secara manual menggunakan sistem mekanik. Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem pengatur lebar celah <em>roller</em> pada mesin pemipih adonan mie menggunakan sistem elektronik dengan memanfaatkan mekanisme <em>lead screw</em> untuk menggerakkan <em>roller</em> pemipih. Sistem ini menggunakan sebuah motor <em>stepper</em> sebagai penggerak dan <em>keypad</em> serta LCD karakter sebagai antarmuka pengguna untuk memudahkan pengguna dalam mengatur lebar celah <em>roller</em> yang diinginkan. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa sistem yang telah dirancang dapat memipihkan adonan mie dengan ketebalan 5 mm hingga 1 mm dengan tingkat ketelitian ± 0,3 mm. Hasil pengujian juga menunjukkan bahwa adonan mie yang dipipihkan menggunakan jarak <em>roller</em> yang lebih kecil akan menghasilkan adonan mie yang lebih pulen.</p> 2022-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Andreas Kurnia, Budi Harsono https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/310 Design of Behavior-Based Reactive System for Autonomous Stuff-Collecting Mobile Robot 2022-03-02T10:14:07+07:00 Eddy Wijanto eddy.wiyanto@ukrida.ac.id <p>Recently, autonomous robots play an important role in many aspects. Autonomous robots help improve efficiency and productivity, further reduce errors, and risk rates. Employee safety in high-risk work environments is also becoming one of the benefits of autonomous robots. When designing an autonomous robot, two paradigms can be implemented, i.e., planning and reactive paradigm. A distinct feature of the reactive paradigm is that all activities are carried out through behavior. The benefits of the reactive paradigm include can be applied in limited inexpensive hardware resources, low complexity, goal convergence, easy adaptation to changing situations, and a completely unfamiliar environment with unpredictable mobile obstacles. In this paper, the behavior-based reactive system of an autonomous mobile robot is designed to collect stuff objects. Negotiators have been proposed to combine several behaviors into a system that can be implemented in a variety of situations and cases. The results show that a negotiator can be implemented to realize a fully autonomous mobile robot based on the behavior of the reactive system.</p> 2022-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Eddy Wijanto https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/311 Perancangan Crossover Dua Jalur Pasif dan Aktif Orde Dua 2022-04-05T17:06:07+07:00 Budihardja Murtianta budihardja@yahoo.com <p>Sirkuit <em>crossover</em> pasif terdiri dari komponen pasif (induktor dan kapasitor) yang tidak mempunyai penguatan daya. Sirkuit <em>crossover </em>aktif terdiri dari komponen pasif (resistor dan kapasitor) serta komponen aktif (penguat operasi) yang mempunyai penguatan daya. Prinsip <em>crossover</em> ini memilah frekuensi audio menjadi dua rentang frekuensi yaitu rentang frekuensi rendah yang lewat tapis pelewat frekuensi rendah menuju <em>woofer</em> dan rentang frekuensi tinggi yang lewat tapis pelewat frekuensi tinggi menuju <em>tweeter</em>. Pada penelitian ini dirancang <em>crossover</em> dua jalur pasif dan aktif order dua berdasarkan teori-teori dan perhitungan-perhitungan elektronika. Rentang frekuensi rendah dan rentang frekuensi tinggi dipisah pada titik frekuensi persilangan 3 kHz. <em>Crossover</em> dirancang mempunyai tanggapan frekuensi datar. Nilai faktor kualitas <em>Q</em> tapis dipilih = 0,5 untuk mencapai tanggapan frekuensi datar. Pengukuran tanggapan frekuensi pada keluaran <em>crossover</em> adalah superposisi keluaran <em>woofer</em> dan <em>tweeter</em>. Hasil perancangan diukur dengan menggunakan <em>Circuit Maker</em>. Hasil simulasi menunjukkan tanggapan keluaran <em>woofer</em> dan <em>tweeter</em> adalah datar dengan pemisahan antara rentang frekuensi rendah dan rentang frekuensi tinggi pada frekuensi persilangan 3 kHz dan aras tegangan pada titik frekuensi kutub tapis turun menjadi setengahnya atau sebesar 6 dB. <em>Crossover</em> aktif diberi penguat operasi yang penguatan tegangannya diatur sebesar 3× dan hasil pengukuran menunjukkan tegangan keluarannya meningkat 3× dari keluaran <em>crossover </em>pasif.</p> 2022-04-11T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Budihardja Murtianta https://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/312 Perancangan Prototipe Alat Deteksi Asap Rokok dengan Sistem Purifier Menggunakan Sensor MQ-135 dan MQ-2 2022-03-23T23:07:58+07:00 Ivanno Alexander Rombang 612016022@student.uksw.edu Lukas Bambang Setyawan Lukas.bs@gmail.com Gunawan Dewantoro gunawan.dewantoro@uksw.edu <p>Merokok di tempat umum seperti di pusat perbelanjaan, perkantoran, dan restoran merupakan kebiasaan yang sering dijumpai. Asap rokok merupakan salah satu bentuk pencemaran udara yang mengandung karbon monoksida, amonia, kadmium, nikotin, tar, arsenik, nitrosamina dan sianida. Zat-zat beracun ini berbahaya bagi orang-orang yang berada di dalam ruangan tersebut sehingga hal ini menimbulkan masalah kesehatan. Perancangan prototipe alat deteksi asap rokok yang dibuat memberikan solusi untuk pembersihan udara yang disebabkan oleh polutan asap rokok. Dalam penelitian ini, dirancang alat deteksi asap rokok berbasis Arduino menggunakan sensor MQ-135 dan MQ-2 sebagai pendeteksi kadar gas CO<sub>2</sub> dan CO. Sistem <em>purifier</em> menggunakan <em>exhaust fan</em> yang dilengkapi dengan filter karbon aktif. Proses pengujian sistem yang dilakukan adalah pengujian waktu alat untuk membersihkan udara dalam ruangan prototipe dengan kategori polusi asap rokok yang sudah ditentukan yaitu kategori sedikit, sedang dan banyak. Setelah sensor mendeteksi kadar gas mencapai nilai ppm kategori yang ditentukan, hitungan waktu pembersihan mulai dilakukan dengan stopwatch. Hasil pengujian alat deteksi asap rokok sudah dapat membersihkan kualitas udara dalam ruang prototipe dengan rata-rata waktu pembersihan 34,52 menit (kategori sedikit), 40,4 menit (kategori sedang) dan 58,3 menit (kategori banyak).</p> 2022-04-30T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2022 Ivanno Alexander Rombang, Lukas Bambang Setyawan, Gunawan Dewantoro