Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika http://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne <h3 style="text-align: justify;">Selamat datang di&nbsp;situs resmi Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika</h3> <p style="text-align: justify;">Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika (p-ISSN: 1412-8292, e-ISSN: 2615-7772) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer, Universitas Kristen Satya Wacana, dan telah terakreditasi Kemenristekdikti pada peringkat 4 (Sinta 4). Kajian ilmu yang tercakup dalam Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika adalah bidang-bidang Elektronika dan Komputer, baik yang menyangkut perangkat keras maupun perangkat lunak. Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika terbit online pertama kali tahun 2010. Jurnal ini terbit dua kali setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober. Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika menganut prinsip Open Access, sehingga semua artikel yang dipublikasikan dapat diakses secara bebas oleh setiap pengunjung. Sebagai panduan penulisan, silakan mengunduh <a title="Template" href="http://www.jurnaltechne.org/archives/templates/Panduan_Penulisan_Jurnal_Techne_v1.doc"><strong>Template Techné : Jurnal Ilmiah Elektroteknika.</strong></a></p> en-US iwan.setyawan@ieee.org (Dr. Iwan Setyawan) ftek@adm.uksw.edu (Anggun A. Yudhiani, A.Md) Mon, 01 Apr 2019 00:00:00 +0000 OJS 3.1.0.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Sistem Pengenalan Individu Berbasis Citra Wajah 3D dengan Jaringan Syaraf Tiruan http://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/180 <p>Pengenalan individu adalah sebuah cara yang banyak digunakan dalam bidang medis, teknologi, dan keamanan. Wajah adalah objek biometrika yang sering digunakan untuk pengenalan maupun sistem keamanan. Dalam wajah terdapat beberapa karakteristik yang dapat digunakan dalam pengenalan, seperti ukuran mata, hidung dan bibir, jarak mata, hidung dan bibir, serta pola kedalaman bagian bagian wajah. Penelitian ini, akan dibuat sistem pengenalan individu dengan citra wajah individu dalam bentuk 3 dimensi yang diambil menggunakan kamera Kinect. Citra wajah 3D diambil sebanyak 48 foto, dimana 48 foto tersebut merepresentasikan bentuk wajah secara keseluruhan. Dari 48 foto yang telah diambil akan dipartisi menjadi 3 partisi dan 6 partisi. Partisi tersebut akan digunakan sebagai masukan proses ekstraksi ciri. Metode yang digunakan untuk ekstraksi ciri adalah <em>Iterative Closest Point</em> (ICP) dan diklasifikasikan dengan metode Jaringan syaraf tiruan (JST) yang dirancang menggunakan aplikasi MATLAB. Hasil penelitian ini menghasilkan performansi sebesar 78.57%. Sistem ini dapat menjadi salah satu alternatif pengenalan identitas seseorang dan diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi penelitian lanjut mengenai pengenalan individu berbasis citra 3D di masa mendatang.</p> Muhammad Sindu Ramadhan, Ledya Novamizanti, Eko Susatio ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/180 Tue, 09 Apr 2019 12:30:51 +0000 Vehicle Classification using IPCP and EsKNN Algorithm for Surveillance Camera http://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/181 <p>This paper presents a new approach vehicles detection and classification. In these works, we are creating a system to detect the vehicles and automatically classifying them into three desired classes as Car, Suv, and Truck. Datasets from changedetect.net were used for testing the method. The proposed approach combine Incremental Principle Component Pursuit (IPCP) background subtraction for vehicle detection and it complies with Ensemble subspace&nbsp; -Nearest Neighbor (EsKNN) classifier.&nbsp; A combination of background subtraction and classification of filtering background is used in order to focus on vehicle’s features extraction using HOG corner detections. Then, this feature extraction is classified using an ensemble-based classifiers technique. The choice of classifier depends on features data characteristics, which they were formed in certain unique distance shape stationary relative between classes. The proposed method is evaluated using three datasets of common highway surveillance video. Comparing with other direct detection and classification technique our method has achieved outstanding result. The proposed approach delivers the accuracy 96.5%, the highest among the tested methods. Experimental results show the outstanding performance of the proposed method.</p> Atyanta Nika Rumaksari ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/181 Tue, 09 Apr 2019 12:29:10 +0000 Penguat Jembatan sebagai Pengganda Daya Penguat http://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/182 <p>Penguat audio mempunyai daya maksimual tertentu karena besar tegangan atau arus keluaran terbatas pada suatu nilai tertentu. Tegangan keluaran maksimum terbatas pada besar tegangan catu dayanya dan arus keluaran maksimum terbatas pada batas arus&nbsp;&nbsp; dari transistor daya atau penguat operasi pada penguat akhirnya. Ada 2 cara untuk memperbesar daya keluaran penguat akhir (<em>power amplifier</em>) audio tersebut, yaitu memperbesar tegangan keluaran (<em>bridged modes</em>) atau memperbesar arus keluaran (<em>paralleled modes</em>) penguat akhir audio. Pada tulisan ini akan dibahas tentang memperbesar daya penguat akhir audio dengan metode jembatan atau <em>bridged modes.</em> Prinsip Penguat Jembatan ini juga dikenal dengan <em>B</em><em>ridge -Tied Load</em> (BTL) atau <em>Bridged Transformerless</em>. Penguat akhir audio yang dipergunakan adalah cepis TDA2050. Besaran yang akan dilihat dan diukur adalah bati, masukan, keluaran dan impedansi penguat jembatan dibandingkan dengan penguat biasa. Secara teoritis pada penguat jembatan tegangan keluarannya bisa ditingkatkan 2x, maka dayanya akan meningkat 4x dengan beban yang sama.</p> <p>&nbsp;</p> Budihardja Murtianta ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/182 Tue, 09 Apr 2019 12:27:28 +0000 Perbandingan Nilai Bit Error Rate Penyandi Turbo dengan Sandi Komponen Konvolusional, Block dan Gabungan http://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/183 <p>Pada sistem komunikasi digital, dibutuhkan sistem penyandian kanal yang berfungsi untuk meminimalkan efek kerusakan atau hilangnya informasi yang diakibatkan oleh derau di dalam kanal. Sistem penyandian kanal yang baik memiliki nilai <em>Bit Error Rate</em> (BER) yang kecil. Penyandi Turbo merupakan salah satu teknik penyandian kanal pengoreksi galat dengan penggunaan dua sandi komponen yang dihubungkan secara paralel baik pada penyandi maupun pengawasandi. Pada penelitian ini, dilaporkan perbandingan nilai BER beberapa jenis Penyandi Turbo yang terdiri dari Turbo Konvolusional, Turbo <em>Block</em> dan Turbo Gabungan berdasarkan jumlah iterasi yang dilakukan, efek <em>puncturing</em>&nbsp; serta kanal yang dilalui oleh isyarat dari pengirim menuju penerima. Dari hasil simulasi, secara umum Turbo konvolusional memiliki kinerja yang paling baik dibandingkan dengan Turbo <em>Block</em> dan Turbo Gabungan pada setiap nilai iterasi, pada data tersandi dengan dan tanpa efek <em>puncturing</em> maupun pada setiap kanal yang dilewati. Kinerja BER semua jenis penyandi mengalami perbaikan ketika proses iterasi ditingkatkan. Sementara itu efek <em>puncturing</em> akan menurunkan kinerja Penyandi Turbo. Pada kanal AWGN, Turbo Konvolusional dapat mencapai nilai BER sebesar 0 saat <em>E<sub>b</sub></em>/<em>N<sub>0</sub></em> = 2 dB sedangkan Turbo Gabungan dan Turbo <em>Block</em> hanya mencapai 0,0087 dan 0,0155. Pada kanal berderau AWGN yang ditambah multipath Rayleigh fading, Turbo Konvolusional&nbsp; pada <em>E<sub>b</sub></em>/<em>N<sub>0</sub></em> = 2 dB tetap memiliki kinerja yang paling baik dengan nilai BER&nbsp; sebesar 0,0114 sementara Turbo Gabungan dan Turbo <em>Block</em> dengan nilai BER 0,0458 dan 0,0163.</p> Eva Yovita Dwi Utami, Ruth Johana Angelina, Andreas Ardian Febrianto ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/183 Tue, 16 Apr 2019 09:12:39 +0000 Simulasi Sistem Purging Valve Pipa Penyalur Tembakau pada Industri Rokok di PT. Djarum Kudus http://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/185 <p>Proses pembuatan rokok di industri rokok memerlukan sistem <em>pneumatic feeding</em> untuk melakukan proses distribusi tembakau. Mesin yang terlibat adalah mesin <em>feeder</em> dan mesin <em>maker</em>. Tembakau sebagai bahan dasar rokok disalurkan melalui pipa dari mesin <em>feeder</em> menuju mesin <em>maker</em>. Untuk menjaga agar pipa penyalur tembakau tetap bersih tidak terdapat sumbatan atau gumpalan sisa tembakau pada pipa penyalur maka dibuat sistem <em>purging valve</em>. PT. Djarum Kudus menggunakan mesin <em>feeder</em> tipe KAR (<em>rotary feeder</em>). Mesin <em>feeder</em> KAR membutuhkan tambahan <em>purging valve</em> pada pipa penyalur tembakau untuk mengatasi adanya sisa tembakau yang menyumbat atau adanya gumpalan tembakau di dalam pipa penyalur. Pengendalian proses dilakukan memakai Beckhoff IPC CP6706 dengan visualisasi proses secara HMI menggunakan program TwinCat 3. Sistem <em>purging valve </em>telah dilakukan pengujian menggunakan simulasi dan sistem bekerja seperti yang diharapkan. Sistem <em>purging valve</em> siap untuk direalisasikan dan dimplementasikan pada mesin sesungguhnya secara nyata oleh PT. Djarum Kudus.</p> Lukas Bambang Setyawan ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/185 Tue, 16 Apr 2019 09:13:30 +0000 Analisis dan Pengukuran Rangkaian Pengisi Baterai pada Beberapa Produk Lampu Baca http://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/186 <p>Produk lampu baca yang dilengkapi dengan baterai yang bisa diisi ulang dapat membantu penggunanya untuk membaca pada saat listrik padam. Terdapat banyak jenis produk lampu baca yang beredar, termasuk di antaranya yang belum memiliki tanda SNI (Standar Nasional Indonesia), seperti empat jenis produk yang diteliti pada makalah ini. Penelitian difokuskan pada bagian pengisi baterai (<em>charger</em>) yang merupakan bagian utama produk tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pengisian yang digunakan adalah <em>float charging</em>, karena baterai terus diisi dalam kondisi penuh. Namun arus pengisian yang digunakan terlalu besar masih dan memiliki riak (<em>ripple</em>) yang signifikan. Padahal kedua faktor tersebut akan memperpendek umur baterai, seperti yang dialami empat dari 12 baterai yang diteliti. Baterai rusak tersebut tidak bisa diisi lagi, atau bersifat hubung buka, &nbsp;setelah digunakan selama tiga bulan. Kerusakan baterai ternyata membuat komponen lain pada <em>charger</em> menjadi rusak yaitu kapasitor perata arus, akibat mendapatkan tegangan berlebih dan &nbsp;indikator pengisian baterai, karena mendapat arus berlebih.</p> Fransiscus Dalu Setiaji ##submission.copyrightStatement## http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 http://ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/186 Tue, 16 Apr 2019 09:14:08 +0000