Implementasi Sistem Tertanam Pada Papan Ketik untuk Meningkatkan Penyaringan Konten Porno Melalui Pencarian Kata pada Browser

Main Article Content

Bachtiar Lazuardi Hartanto K. Wardana Deddy Susilo

Abstract

Salah satu masalah sosial yang diakibatkan oleh teknologi internet adalah akses ke situs-situs yang memuat pornografi dan pornoaksi. Sekalipun pemerintah telah melarang dan memblokir situs-situs semacam itu, pada kenyataannya berpeluang ditembus dengan berbagai cara. Pada makalah ini dibuat sistem untuk mencegah akses konten pornografi dengan menggunakan perangkat keras berupa papan ketik yang ditambahi sistem tertanam. Alat ini bekerja dengan mendeteksi kata kunci yang dipakai pengguna untuk melakukan pencarian di browser. Jika terdapat adanya kesamaan antara kata kunci yang dimasukkan pengguna dengan basis data pada sistem tertanam maka akan dilakukan penutupan jendela browser. Basis data bisa diperbarui untuk menambah akurasi deteksi. Proses pencarian dan pencocokan antara kata kunci dengan basis data dilakukan dengan metode sekuensial. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja sesuai dengan yang direncanakan, yaitu menutup browser jika pengguna melakukan pencarian dengan kata kunci yang dilarang, serta mampu melakukan pembaruan basis data. Pengujian algoritma sekuensial dengan menggunakan 1200 kata yang ada di basis data, menunjukkan waktu pencocokan antara 32 ms sampai 189 ms. Jika kata tidak ada di basis data, diperlukan 190 ms untuk menyelesaikan pencarian dan pencocokan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

[1] C. X. Ries and R. Lienhart, “A survey on visual adult image recognition,” Multimedia tools and applications, vol. 69, no. 3, pp. 661–688, 2014

[2] W. O. Eric, J. B. Richard, C. M. Jill, and C. R. Rory, “The impact of internet pornography on adolescents: A review of the research.” Sexual Addiction & Compulsivity, vol. 19, pp. 99-122, 2021.

[3] F. A. Tsani, I. Riadi, dan A. Fadlil, Deteksi konten porno pada akun twitter melalui nipple detection. Proceeding Seminar Nasional Informatika (SEMNASIF), vol 1, no 1., 2018

[4] A. N. Hanung, R. Fauziazzuhry, B. A. Teguh, K. Z. O. Widhia, dan L. B. B. Ratna, “Texture analysis for skin classification in pornography content filtering based on support vector machine,” J. Eng. Technol. Sci., vol. 48, no. 5, pp. 584-596, 2016.

[5] A. T. El-Hafeez, M. Tarek, and O. Ahmed. “An efficient system for blocking pornography websites,” 2014. doi:10.4018/978-1-4666-6030-4.ch008.

[6] M. Hussain, et al.., “Towards ontology-based multilingual URL filtering: A big data problem,” The Journal of Supercomputing, vol. 74, 2018. doi: 10.1007/s11227-018-2338-1.

[7] Undang-undang no 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Jakarta, 2008

[8] N. F. Voudoukis, “Arduino based embedded systems and remote access technologies of environmental variables monitoring,” European Journal of Electrical and Computer Engineering, vol. 3, no.4 , July 2019.

[9] P. Marwedel, “Embedded system design embedded systems, foundations of cyber-physical systems, and the Internet of Things,” 3th Edition, Springer International Publishing AG, 2018.

[10] J. Blum, “Exploring arduino, tools and techniques for engineering wizardry,” 2nd ed., John Wiley & Sons, Inc, 2020.

[11] S. Anisy dan S. Mayang, “Implementasi algoritma sequential searching untuk pencarian nomor surat pada sistem arsip elektronik,” Jurnal Pseudocode, vol. 5, no. 1, Februari 2018.