Prototipe Pendeteksi Titik Gangguan pada Jaringan 20 kV dengan Metode Arus Gangguan

Main Article Content

Alwi Daffa` Rosydi Eka Prasetyono Novie Ayub Windarko

Abstract

PT. PLN (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang pembangkitan dan pendistribusian tenaga listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia. Pada proses distribusi sering terjadi gangguan hubungan singkat yang diakibatkan banyak faktor diantaranya faktor eksternal atau faktor alam yang berupa ranting pohon maupun hewan. Dari data pada sebuah wilayah Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) dalam sebulan gangguan bisa terjadi hingga 70 kali dan memerlukan waktu penanganan 15 menit hingga 1 jam. Karena penanganan masih dengan cara mengukur impedansi sepanjang jaringan yang dimana sebuah penyulang bisa memiliki panjang hingga 50 kms. Oleh karena itu dibutuhkan alat yang dapat mendekteksi titik gangguan serta jenis gangguan yang terjadi pada jaringan. Untuk merealisasikan alat tersebut diperlukan prototype jaringan tegangan menengah yang dapat mensimulasikan gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah, dan antar fasa. Prototype ini menggunakan mikrokontroler yang akan difungsikan sebagai relay over current dan saat ada gangguan hubung singkat mikrokontroler juga akan langsung melakukan perhitungan lokasi gangguan dari relay yang trip berdasarkan besar arus gangguan yang dideteksi oleh relay. Pada alat ini terdapat LCD yang digunakan untuk menampilkan besar arus gangguan serta jenis gangguan yang terjadi dan diharapkan dapat mempermudah serta mempercepat petugas untuk melakukan penormalan kembali pada jaringan yang mengalami gangguan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section
Articles

References

[1] Sandy, Gora. 2019. “Gangguan pada Penyulang 20kV dan Penanganan pada Setiap Gangguan”. Sidoarjo.

[2] PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero). 1978. Standar Perusahaan Listrik Negara Nomor 2 Pasal 9 tentang pentanahan sistem distribusi listrik tiga fasa tiga kawat.

[3] Wahyudi, SN, “Proteksi Sistem Distribusi Tenaga Listrik”, Garamond, Depok, 2012.

[4] Amrie,Ulil “Rancang Bangun Over Current Relay Berbasis Arduino pada miniature jaringan 20kV” Jurnal Ilmiah, Teknik Elektro Industri, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya.

[5] Burke, J.J. and Lawrence, D. J., “Characteristics of Fault Currents on Distribution Systems,” IEEE Transactions on Power Apparatus and Systems, vol. PAS-103, no. 1, pp. 1-6, January 1984.

[6] Suswanto,D., “Sistem Distribusi Tenaga Listrik”, Teknik Elektro Ubiversitas Negeri Padang, 2009.

[7] J. Lewis Blackburn, “Protective Relaying Principles and Applications”,Second Edition.

[8] Sadawe, Krisna dan Kutsuro, Iqbal Asad “Desain dan Prototipe Sistem Deteksi Gangguan Impedansi Tinggi pada SUTM 20 kV dengan Sistem Pelaporan Gangguan Menggunakan Komunikasi Data Modul GSM” Tugas Akhir,
Departemen Teknik Elektro Otomasi ITS,Surabaya, 2017.
[9] Murtadho, Moch. Yogi, “Prototipe Sistem Pelaporan Gangguan Beserta Posisi Gangguan Pada Jaringan Distribusi”, Tugas Akhir, Program D3 Teknik Elektro FTI-ITS, Surabaya, 2016.

[10] PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero). 1995. Standar Perusahaan Listrik Negara Nomor 64 tentang impedansi kawat penghantar.

[11] Heru Dibyo Laksono, M. Nasir Sonni “Perancangan dan Implementasi Relay Arus Lebih Sesaat Berbasis Microcontroller”. JurusaTeknik Elektro, Univeristas Andalas Padang Sumatera Barat. 2007.